Kisah
hebatku
Oleh Defa
Fisagety
Namaku Siti Aminah. Ya,
nampaknya ndesit, tapi itulah nama pemberian orang tuaku. Kata emakku
biar kelak aku seperti Ibunda Kanjeng Nabi: tegar, namun sumber kasih saying.
Aku mempunyai kakak bernama Muhammad Fatan. Sering dipanggil Fatan. Aku tak
tahu mengapa bapak memberi nama demikian. Sering dipanggil Fatan. Aku tak tahu
mengapa bapak demikian. Konon kata guruku, nama itu berarti sang pembebas. Ya,
mungkin bapak sangat mengharapkan kakakku menjadi pembebas kami dari belenggu
kegetiran hidup yang tak pernah mau beringsut dari keluarga. Tetapi aku tidak
percaya itu. Selama ini bapak tak pernah mengeluh dengan kekerean mendera.
Aku memang bukan dari keluarga kaya
yang berlimpah harta, yang mampu bermandikan uang dengan penuh kebahagiaan di dalam
hidup. Tetapi aku dari keluarga yang hebat, ada dua orang tuaku yang
selalu mendoakan dan selalu memberiku
semangat disaat kami terjatuh. Ribuan masalah aku hadapi di dalam keluarga ini,
para lintah darat menggerogoti kantong-kantong orang tuaku. Namun ayahku adalah
orang yang tangguh seperti pahlawan yang berjuang melawan setiap rintangan. Ayahku
adalah seseorang yang bekerja di dalam bidang seni, sang pencipta keativitas
dengan warna. Goresan-goresannya mampu menghasilkan rupiah yang berguna untuk menyambung
hidup.
Sedangkan ibuku adalah seorang
pegawai di salah satu instansi, dia orang yang ulet dan pekerja keras. Dia
melakukan pekerjaan rumah dipagi dan malam dan juga bekerja di siang hari tanpa
lelah. Berjuang menghidupi kedua anaknya yaitu kakakku dan aku adalah beban
yang cukup berat, namun mereka tetap tersenyum tanpa mempedulikan diri mereka
sendiri. Kasih sayang orang tua itu sepanjang masa, dan tidak akan mungkin
mampu aku balas dengan apapun. Aku hanya mencoba membalas dengan kepatuhan, kasih
sayang, hormat, membaantu, dan mendoakan. Itulah wujud yang aku berikan kepada
orang tuaku tersayang. Sedangkan orang tuaku melakukan sayangnya dari awal
matahari terbit hingga sang fajar malu menampakkan dirinya, mereka bersabar
menghadapi tingkahku dan kakakku ketika kami bertengkar, ya itulah kakak adik
yang selalu rewel. Akan tetapi itu menciptakan kehangatan di dalam keluarga
kami dan menciptakan heharmonisan yang mengajarkan rasa sayang dan juga
kebersamaan.
Aku bersekolah di salah satu SMA
negeri yang ada di kotaku, yaitu Kota Magelang. Di tempat itulah aku menimba
ilmu agar kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Aku mengambil
jurusan ilmu pengetahuan social atau lebih akrab di sebut IPS. Di jurusan ini
aku mendapatkan banyak sekali teman yang sanget sosialis dan saling menghargai
satu sama lain. Banyak sekali keaakraban antar individu satu dengan yang lain.
Aku mendapatkan banyak sekali ilmu di kelas, jika aku tidak mengerti aku akan
mengejar guruku hingga aku sangat paham. Cara seperti demikianlah yang selalu
orang tuaku ajarkan, supaya aku lekas paham atas materi yang di sampaikan.
Disekolah ini aku juga tidak jarang
mendapatkan prestasi kejuaraan, seperti kejuaraan di bidang seni. Tidak heran
juga karena aku dialiri oleh darah ayahku. Aku sering mengikuti kejuaraan
seperti lomba melukis, lomba poster, desain prangko, dan juga lomba tulis
kaligrafi. Di situlah aku menggoreskan tinta emasku untuk membanggakan orang
tuaku. Seni juga membuatku dapat hidup mandiri, kenapa aku berkata seperti ini,
maksudnya adalah aku dapat menghasilkan barang yang bisa aku jual dan
memperoleh rupiah. Aku membuat kaos-kaos yang aku desain sendiri, membuat
lukisan, dan aku juga tidak jarang menggambari sepatu untuk mengangkat harga
sepatu tersebut.
Seperti itulah hobi yang aku
kerjakan, aku menyukai hal tersebut karena pekerjaan yang menyenangkan adalah
suatu hobi yang dibayar. Di luar kegiatan sekolah aku sering mengisi waktu
luang dengan sekedar mendengarkan musik, mengobrol, dan juga bercanda dengan teman-temanku.
Begitu indah masa-masa SMA ini. Kenangan seperti ini akan sulit untuk
dilupakan, mungkin aku juga akan rindu kenangan itu.
Ya itulah aku si Siti Aminah anak
dari orang tua yang hebat. Semua tentangku dan semua kelebihan maupun
kekuranganku akan aku perbaiki untuk dapat mengejar kesuksesan dan cita-citaku.